Pesta Danau Toba Sepi
PARAPAT – SINTA
Pesta Danau Toba (PDT) 2009 yang digelar di Parapat, Kabupaten Simalungun sepi. PDT yang dimulai Rabu (7/10) hingga Minggu (11/10) itu terkesan seperti hari – hari biasa yang tidak ada kegiatan. Padahal, PDT merupakan even nasional yang sudah masuk dalam kunjungan wisata Indonesia 2009.
Diawal pembukaan, jumlah pengunjung agak ramai karena kehadiran kontingan dan para pejabat dari Pemkab Simalungun, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Medan, P Siantar, Deli Serdang, Pakpak Barat, Provinsi Sumatera Selatan dan lainnya.
Sejumlah warga yang ditemui SINTA di Parapat, Sabtu (10/10), mengaku kecewa. Bahkan tim dari Sumatera Selatan, satunya-satunya propinsi yang ikut menjadi kontingen menilai PDT itu tidak sesuai harapan karena sebelumnya mereka mengira kalau PDT bakal diramaikan oleh propinsi lain.
Kekecewaan lainnya, datang dari para pedagang. Awalnya memang mereka sudah memprediksi pengunjung PDT 2009, tidak lebih dari peserta dan panitia saja. Karena pelaksanaannya di luar hari libur.
Pedagang dadakan boru Sirait mengatakan PDT terkesan tidak lebih dari hanya sekedar merepotkan sekaligus melelahkan tetapi tidak menguntungkan. “Kita repot mempersiapkan dagangan, tetapi kenyataannya pembelinya nihil,” ujar Boru Sirait.
Hal senada diungkapkan oleh para pengelola hotel dan restaurant. “Tingkat hunian kamar masih tetap seperti biasa. Padahal kita sudah repot-repot melakukan penataan,” ujar, seorang pemilik hotel yang tidak ingin namanya dikorankan.
Amatan SINTA, pada berbagai kegiatan yang digelar, pengunjung sangat minim. Yang hadir hanyalah panitia ditambah para wartawan yang sibuk melakukan peliputan. “Sepertinya, kita-kita ajalah yang disini. Memang panitia kurang publikasi dan waktunya kurang tepat,” celetuk Malau, seorang wartawan yang sengaja datang dari Medan.
Beberapa lomba yang digelar seperti lomba solu dan renang, memancing, tortor, volli pantai, pemilihan putri Danau Toba sepertinya kurang mampu menarik minat pengunjung. Suasana di sekitar stand pameran dari masing-masing Kabupaten yang dipusatkan di Convention Hall Harungguan sekitarnya juga sepi.
Lebih Ramai
Sementara itu, pada hari terakhir, Minggu (11/10) suasana sedikit lebih ramai. Ini memang sudah diprediksi sebelumnya, karena kebetulan hari itu adalah hari libur. “Ini buktinya kalau pelaksanaannya dilakukan hari libur,” ujar H Sinaga, penduduk Parapat. (thomson)