MUARA-SINTA
Kasus pencurian ornamen rumah tradisional Batak, berupa singasinga (ukiran bergorga Batak, biasanya ditempel di sisi kiri dan kanan rumah adat Batak, red), kini mulai marak. Dalah sehari 2 singasinga yang sudah berumur 2 abad lebih, hilang dari Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Taput, tiga pekan lalu. Diduga, singa-singa itu digondol maling yang sudah profesional di bidangnya.
Salah satu pemiliknya adalah, Op Monang Sinaga, (53), warga Aek Parbue, Muara. Ketika ditemui dikediamannya, Jumat (19/2), Op Monang membenarkannya.
“Kejadiannya, mungkin tengah malam dan saat itu hujan lebat. Hilangnya ornamen tersebut kami ketahui esok harinya, dan pelaku juga meninggalkan kepala anjing yang dipenggal persis di tangga rumah, dan anjing tersebut ternyata milik warga disini,” katanya.
Op Monang menuturkan, bahwa Singasinga tersebut tingginya sekitar 1 meter dan matanya sebesar genggaman tangan orang dewasa, dan terpampang di sudut kiri kanan depan rumah dan umurnya sudah dua ratus tahunan lebih. “Begitu hilang langsung kita laporkan ke Polsek Muara,” imbuhnya.
Singasinga, yang sama dan ukurannya lebih kecil juga hilang dari rumah tradisional batak milik Op Enjel Sianturi (73), warga Lumban Panggung Simatupang. “Singasinga milik kami, lebih kecil. Besarnya setengah singasinga milik Op Monang,” katanya.
Op Enjel menuturkan bahwa sebelum kejadian hilangnya benda pusaka tersebut, beberapa orang tidak dikenal (OTK), kerap muncul disekitar rumahnya membawa senapan angin layaknya berburu burung. “Sebelumnya memang ada beberapa OTK berdalih berburu burung memasuki kampung ini. Jadi kita tidak begitu curiga karena lokasi tersebut kerap digunakan tempat berburu burung,” ujarnya.
Menurut Op Enjel, anjing yang mati juga ditemukan di depan rumahnya pasca hilangnya benda pusaka tersebut, mungkin sebagai ‘tumbal’ yang digunakan pelaku.
Kapolsek Muara, AKP Wilson Harianja, yang dihubungi melalui sellulernya, membenarkan kejadian hilangnya ornamen rumah batak tersebut. “Sementara ini kita sudah periksa saksi-saksi guna melakukan penelusuran dan personil juga sudah kita turunkan untuk melakukan pelacakan baik di Tobasa maupun di Humbahas,” pungkasnya. (Parlindungan Rajagukguk)